Recent Movies

Saya Tidak Takut



Saya Tidak Takut


Indo55bet  Di hari pertamaku masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Semarang, tidak ada yang aku kenal satupun, sehingga aku seperti orang nyasar, bingung celingak-celinguk kesana kemari.

Sewaktu sedang bingung-bingungnya tiba-tiba ada cewek yang menegurku,

“Eh, tau kelas MI1-3 nggak?”. Eeiitttssss.., ternyata aku juga cari kelas itu.., lalu aku jawab,

“mm.., saya juga tidak tahu, mendingan cari sama-sama yuk”.

“Saya Mela” dia sebut namanya duluan.

“Aku Hermawan”, aku sebut namaku juga, di situlah aku mulai punya teman bernama Mela.


Cewek manis ini mempunyai kulit kuning langsat, nyaris tanpa cacat, tinggi badan kira-kira 166 cm, dengan berat 49 Kg. 

Tapi yang bikin aku tidak bosan melihatnya adalah bentuk dadanya yang begitu menantang, cukup besar untuk ukurannya, tapi tidak terlalu besar sekali. 

Begitu pula dengan pantatnya, aku paling suka jika dia memakai jeans ketat, dengan kaos oblong warna putih. Kadang jika ia bercanda, ngomongnya nyerempet-nyerempet porno terus, walaupun sekali-sekali saja.

3 bulan sudah lamanya aku dekat dengannya, jalan kemanapun selalu bersama, walaupun dia belum resmi jadi pacarku, tetapi aku dan dia selalu berdua kemanapun. 

Sampai akhirnya aku dan dia pergi jalan-jalan ke daerah Dieng, salah satu daerah dingin di Jateng, gairahsex.com niatnya cuma jalan-jalan saja, tidak menginap. 

Entah kenapa hari ini dia mengajakku bercanda yang berbau porno terus, dari pagi hingga siang hari.

Sampai akhirnya ia bertanya begini,

“Wan, kalau kamu punya istri suka yang buah dadanya besar atau sedeng-sedeng saja?”. Lalu aku jawab

“Mm.., yang kayak apa ya?, kayaknya aku suka yang seperti punya kamu itu lho”.

“Lho emang kamu pernah liat punyaku?”, tanya dia.

Aku bilang

“Gimana mau liat, orang kamunya ajah nggak pernah kasih kesempatan.., heheheh”. Dia tanya lagi sambil bercanda, “Kalo aku kasih kesempatan gimana?”. Aku jawab,

“Yaa.., nggak aku sia-sia”in”.

“Emang berani?”, tantang Mela.

“Siapa takut..”, jawabku tidak mau kalah.

“Kalo gitu bukti”in!”, kata Mela.

“Oke.., kita cari losmen sekarang.., gimana?”, tantangku gantian.

“Siapa takut..”, jawabnya tidak mau kalah juga.

Jujur saja aku masih berfikir bahwa ini cuma bercanda saja, sampai tiba-tiba di depan sebuah losmen, dia berkata,

“Wan, disini ajah.., kayaknya losmennya bagus tuh”.

“Deg!!”, jantungku terasa berhenti.

Dengan ragu-ragu kuarahkan mobilku masuk ke halaman losmen tersebut. Aku masih diam dan setengah tidak percaya.

Terus dia berkata,

“Kamu angkat tas-tas kita, aku yang check in.., OK?”. Seperti babu kepada majikannya, aku ikuti kata-katanya dan mengikuti langkahnya masuk ke losmen.

Masuk ke kamar losmen langsung kita tutup dan kunci pintunya, aku masih terdiam terus duduk di atas kasur sampai dia berkata,

“OK, sekarang aku kasih kamu kesempatan liat dadaku, tapi jangan macem-macem yaa?”. Tiba-tiba saja Mela menarik kaosnya ke atas, dan langsung melemparkan ke atas tempat tidur.

Lalu dia terdiam sambil menatapku yang juga terdiam, walaupun sebenarnya aku sedang terpana. Beberapa saat dia arahkan tangan kanannya ke pundak kirinya, digesernya tali BH-nya jatuh ke lengan. 

Lalu gantian tangan kirinya ke pundak kanan melakukan hal yang sama. Lalu tangan kanannya diarahkan ke punggung, tetapi tangan kirinya masih memegangi BH bagian depannya. Oh God.., 

Nafasku terasa berhenti di tenggorokanku.., BH-nya telah terlepas, tetapi masih ditahan bagian depannya oleh tangan kirinya.

Mela terus memandangiku. Mela menggigit bibir bagian bawahnya. Tiba-tiba ia berkata,

“Aku nggak akan lepas ini, jika kamu nggak buka pakaianmu semuanya” 

Aku ragu-ragu.., tetapi nafasku sudah tidak bisa diatur lagi.., aku buka kaosku.., aku buka jeansku.., lalu aku berhenti, tinggal celana dalam yang aku kenakan.., gantian aku yang menantang,

“Aku nggak akan buka ini, jika kamu nggak lepas itu sekarang” Mela diam sejenak lalu dia turunkan perlahan tangan kirinya dan akhirnya terlihat jelas buah dadanya yang kuning langsat dan benar-benar menantang.

Belum sempat aku rampung menikmati pemandangan ini, tiba-tiba ia melompat ke arahku dan mendorongku telentang di kasur, dengan cepat dia mencium bibirku. 

Aku yang masih kaget akan serangan mendadak ini tidak menyia-nyiakannya, kami saling berciuman, saling melumat bibir,

“uugghh.., oohh..”, hanya kata itu yang Mela keluarkan.

Tiba-tiba saja di berdiri, dalam 5 detik celana jeansnya sudah terlepas. Kami sama-sama hanya memakai celana dalam saja, saling pandang tetapi itu hanya berlangsung 6 detik, dengan cepat ia menarik celana dalamku kebawah dan melepasnya. 

Mela tersenyum dan sedikit tertawa, aku tak tahu dia senang melihat punyaku atau menertawai punyaku? Akupun tidak mau kalah, kutarik perlahan-lahan celana dalamnya sedikit demi sedikit, ternyata Mela sudah tidak sabar lalu dia tarik sendiri celana dalamnya dan melemparnya ke belakang, belum sempat celana dalamnya menyentuh lantai bibirnya sudah melumat bibirku,
“oohh..”, kami sekarang benar-benar telanjang bulat.

Mela mulai mencium leherku tapi itu tidak lama karena aku keburu membalik badanku. 

Sekarang gantian ia yang telentang di kasur. Pemandangan yang indah sekali tetapi kali ini aku tidak mau lama-lama memandang, langsung aku berada diatasnya, gairahsex.com kedua tangannya sudah kupegang dan tahan di samping kiri-kanan kepalanya. 

Aku ciumi lehernya, bibir, leher lagi.

“Hhmmhh.., uugghh.., sstt”, cuma itu yang dia katakan.

Ciumanku sudah “bosan” di leher. Aku mulai turun. Melihat gerakanku itu, tiba-tiba dia mengangkat dadanya.

Kesempatan ini tidak kusia-siakan. Aku langsung ciumi buah dadanya sebelah kiri, sedang tangan kananku mengelus-elus buah dadanya yang kanan. Kali ini tangan kirinya sudah memegang kepalaku.

“sstt.., hh.., sstt..”, mulutnya berdesis seperti ular.

Dia menarik rambutku dan kepalaku dan mengarahkan kepalaku ke buah dadanya sebelah kanan. Lalu dengan gigiku aku mulai mengigit-gigit sedikit puting susunya, kiri-kanan, kiri-kanan selalu bergantian dan adil. 

Sementara dari mulut Mela terus keluar kata,Gairah Sex

“Teruuss.., teruuss.., yang keras.., aahh.., gigit Wan.., gghh.., sstt”.

Sementara punyaku sudah tegang keras. Kepalaku mulai turun lagi tetapi tiba-tiba ia berteriak kecil,

“Wan.., Hermawan.., uugghh.., sekarang ajjaah.., masuk”iin.., nggak usah pake mulut lagi.., masukin sekaraanng.., plizz..”. Aku langsung di dorongnya.

Sekarang ganti posisi, aku yang telentang dan Mela berada di atasku. 

Selangkangannya mencari-cari posisi, walau aku tahu pasti yang dia cari adalah punyaku. Begitu posisinya tepat, Mela mendorongnya dengan kuat.

“uugghh..”, sedang aku sedikit berteriak, “aahh”. Punyaku sudah terbenam di dalam selangkangannya.

Mela terus menggerak-gerakan pinggulnya ke atas, ke bawah, kiri-kanan, naik-turun segala arah gerakan ia lakukan. Matanya terpejam, bibirnya digigit seperti menahan sesuatu, sering dari mulutnya keluar kata-kata,

“oohh.., sshhtt.., uugghh.., sshhss.., sshhiitt.., aacchh.., oouuhh..”, nafasnya tidak lagi teratur. Kedua tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri, kepalanya sering menengadah ke atas,

“uugghh.., oohh.., sshhsstt”. Sedangkan aku hanya sanggup meremas sprei di kiri dan kananku dengan kedua tanganku.

Gigi atas dan gigi bawahku sudah saling menekan, tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku hanya suara nafasku saja yang terdengar.

Kali ini aku yang mengambil alih “kekuasannya” gantian kudorong tapi dia malah tengkurap, melihat pantatnya yang putih mulus. 

Aku jadi tambah bernafsu untuk segera memasukkan punyaku ke punyanya. Aku angkat pinggulnya dan Melapun mengangkat badannya dengan kedua tangan dan kakinya. 

Sekarang posisinya seperti mau merangkak. Langsung tanpa tunggu waktu lagi aku mencoba memasukan “adikku” ke lubang vaginanya.

“Mmaasuukkiinn.., ceeppeett..”, Mela memohon kepadaku tapi belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya punyaku sudah masuk ke vaginanya.

“oohh..”, dari mulutku keluar kata tersebut.

Dengan semangat aku mulai mendorong ke depan, menarik, mendorong, menarik terus menerus seiring dengan gerakanku. 

Gerakannyapun berlawanan dengan gerakanku, setiap aku mendorong ke depan ia mendorong pantatnya ke arahku diiringi desahan dan leguhan dari mulutnya.

“uugghh.., aahh.., Sshshhss.., oohh.., uugghh..”. Tiba-tiba ia berteriak,

“Iwaann.., sshh.., oohh”, aku merasakan sesuatu keluar dari dalam lubang kemaluannya tapi,

“oohh.., oohh.., aacchh.., Gitt.., aakku..”. Akupun merasakan kenikmatan yang tiada bandingannya seiring dengan keluarnya cairan dari dalam punyaku.

“oohh.., uugghh”, banyak sekali cairanku keluar.

“Terus Wan.., keluarin semuanya..”, pinta Mela.

Tubuhku terasa sudah tidak kuat lagi berdiri. Aku langsung telentang di kasur, sedangkan Mela langsung memelukku dan menaruh kepalanya di dadaku.

“Mela sayang sama Hermawan”, hanya itu yang keluar dari mulutnya, lalu matanya terpejam sambil terus memelukku.



Barbie Call Girl



Barbie Call Girl

Indo55bet  Kisah Lucah, Liburan panjang sangat berbeda buatku. Sebab my dream come true…sejak akhir-akhir ini aku emang horney terus liat nyokap aku yang makin lama makin seksi. 

Oh iya, umur aku 20 tahun and my mom is 41 y.o. 

Aku masih kuliah di Trisakti. 180 cm and 75 kgs. My mom is about 170cm 60 kgs ‘padat karya’ karena rajin fitnes+berenang malam dirumah.

Aku rasa semua lakki-laki normal juga pasti horny liat dia. Rambutnya dicat pirang (dari dulu) keriting gantung, kulit makin kaya keramik aja, kalo toket ama pantatnya sih udah guueeede dari dulu.

Hobinya pake baju belahan dada rendah kalo ke mall and celana jeans ketat.

Awalnya gini…jumat malam kemarin aku and temen aku ajak doi ke Embassy ada party nya FHM.

My mom ok aja, dia pake baju kemeja gantung and celana jeans model hipster (sorry aku kaga tau jenisnya apa, pokoknya yg dibawah pinggul deh) terus pake rantai kalung dipinggul plus sepatu agak high heelsgitu. Sampe disana aja semua laki pada nengok mungkin dikiranya salah satu modelnya hahaha. Semua temen aku bilang kalo mereka pada horny liat nyokap aku.

Malam minggunya aku ama temen aku itu ajak dia lagi, tapi kali ini ketempat yang agak underground didaerah Kota sana.

Aku and my buddy undah semapakt mau ‘jailin” si mommy hehehe kali ini doi kita minta pake rok mini and tanktop! Ternyata eh ternyata doi setuju aja hehehe rok mini jeans+tanktop hitam gokil…no bra).

Turun dari mobil pake jaket sih, pas didalam dibuka.

Kita mendarat disana sekitar jam 1an and tempat itu masih termasuk sepi. Pesen-pesen minum deh, mom minta red wine, terus kita minta draft beer aja dulu.

Ternyata doi enjoy banget dengan musicnya yang bukan music house seperti kebanyakan daerah kota.
Jam 2an gitu udah mulai rame, and kita udah banyak kenalan cowo baru gara-gara ‘sexy barbie’ ini.

Ada aja yang sok beliin minuman buat kita. Tentu saja in return nya mereka pada grepe-grepe nyokap aku, yah termasuk aku ama my buddy.

Gimana engga…kita peluk-peluk dari belakang sambil pegang pinggulnya, ngintip toketnya yang ‘nendang’ banget gitu.

Apalagi doi mulai pusing karena minum banyak, sedikit ‘gempa’ hehehe makanya kita pelukin dari belakang supaya kaga ambruk. Meleng dikit aja udah ada laki lain yang meluk-meluk.

Temen aku sempet bilang kalo dia remes-remes pantat doi and doi juga bales goyangin pantatnya malah nempelin pantatnya yang nonggeng itu kecelana temen aku yang mana udah ngaceng abis.
Jam 3an suasana tambah rame and kita tambah ‘panas’ Kita udah seperti dirty dancing aja.

Ada yang meluk dari belakang and ada juga yang dari depan. Kita gabung juga sama orang sekitar, maklum deh udah mulai padat. Si mommy juga sempet bilang ama kita berdua,

“Tuh banyak cewe seksi, mana nih action nya?” sambil ketawa ngejek kita. Kita malah balas bilang,

“Ngapain cari cewe lagi kalo udah ada yang paling ok didepan mata hahaha..” eh malah kuping aku yang dijilat…ampun dah tambah ngaceng aja. Kita panas-panasin juga

“ayo dong tuh ada cowo macho, godain dong bikin pada horny!” Bah ternyata doi beneran godain…gokil dah.

Aku juga tambah nekat akhirnya, kaga pake malu-malu lagi reme-remes pantat doi (doi tau banget itu tangan aku), cuma diem aja sambil senyum-senyum asik.

Disuatu ketika juga si mommy narik tangan aku yang tadinya dipinggul ketoket nya. Buseeet…

kesempatan langka dalam hidup aku. aku engga main kasar, touched it very gently and her tounge daneced in my ears…shit! Tangannya juga gerilya nyari lokasi penis aku yang udah tegang banget dibalik celana jeans aku.

Toket terbagus selama aku kenal perempuan, big and natural. Kaga tahan aku balikin badannya supaya berhadapan, doi nurut aja…

Aku speechless liat mukanya yang malam itu sexxxy abizzz (barbie bitch). Lagi- lagi kuping aku dijilat and leher aku diciumin.

As a normal boy tentu aku bales dong sampe kedengeran suara desahan yang makin bikin kepala atas bawah pusing. Sementara temen aku ngelirik sambil ngacungin jempol kearah aku, dia ini juga sibuk dengan perempuan yang baru kenal.

Hentakan lagunya juga bikin badan engga mau diem. Si mommy juga goyangnya makin heboh, goyang bikin horney hehehe.

Mungkin udah pengaruh red wine juga kali sehingga dia berani cium aku lips to lips…edaaaan. Kepala aku dipegang supaya diem and dicium cukup lama juga…seeer!

Sementara tangan aku meremes pantatnya yang super kenyal itu. Kaga lupa aku sempet-sempetin jilat belahan dadanya yang merangsang itu. Kata-kata

“oooooh” panjang sering terdengar keluar dari mulut doi.

Tangan my mom sih emang udah parkir terus di penis aku berusaha ngocok-ngocok bikin ngilu.

Aku ke toilet aja, malah gantian tangannya ada dicelana temen aku yang keenakan gitu.

Eh si gila itu malah lebih nekat dari aku, tangannya pake masuk kedalam rok segala!

Dia kasih tau aku malah kalo jarinya sempet nyelip dibelahan pantat nyokap yang pake g-string

And dia bilang juga kalo nyokap aku ‘shaved’…buseeeet dah. Kalo soal ‘shaved’ sih aku udah tau dari dulu melalui ritual ngintip hehehe. Jam 4an aku udah mulai gelisah penegn cepet pulang dan melanjutkan apa yang sudah terlanjur terjadi.

Soalnya tangan aku juga udah menyelusup kedalam rok, nyelip kebelahan pantat and maju kedepan. Suasana semakin panas aja seiring jalannya malam, aku juga udah makin gila mulai pelorotin celana dalamnya, doi nurut aja, kaga peduli lagi dengan lingkungan sekitar yang sekitarnya yang free banget.

Dengan susah payah and rela akhirnya lepas juga (aku lupa kejadian detailnya yang pasti aku pungut cd nya dari lantai and aku kantongin) and aku kasih unjuk ketemen gokil aku si anak basket jahanam hahaha.

Tangan aku bebas main didada and dipaha selama kalo lagi duduk disofa.

Pastinya aku dikira ‘brondong’ ama pengunjung lain sebab mereka juga berusaha ambil keuntungan. Yang ada cuma desahan demi desahan aja yang keluar dari mulut my mom.

Pernah juga kepikiran aku ‘sikat’ ditempat cuma sayang aku lebih tinggi dari nyokap.


Temen aku malah lebih edaaan lagi, aku liat dia keluarin penis nya and di handjob ama nyokap aku… damn! Aku juga udah lupa dah berapa cowo disitu yang grepe-grepe pantatnya and pegang-pegang pinggul doi.

Jam 5 aku ambil keputusan buat cabut and segera melanjutkan rencana lain.

Sebelumnya aku sempet minta nyokap menghabiskan minuman Jack Daniels yang dibeliin salah satu teman baru disana. On the way ke parking lot aja dipelukin doi, aku juga takut kalo dia jatuh.

Semua mata memandang my mom yang emang bitch banget dandananya and mukanya. Singkat kata aku geber abis tuh E260 kearah apartement aku di Karawaci.

Sampe sana turun aja udah oleng hahaha pas masuk kamar langsung ambruk. Aku tukar baju dulu and cuma pake boxer aja langsung bukain sepatunya (karena udah setengah sadar).

Doi juga kalap langsung narik aku supaya nindihin dia and kita french kiss, aku berusaha narik kebawah tanktopnya and tangan langsung kebawah rok…she’s wet already. celana aku ditarik kebawah juga, she touched my ball and my penis, dipijit-pijit…damn! Udah kaga tahan, doi bisikin aku,”Just do it what you have to do.

A man must responsible when made a woman horny (sambil tersenyum nakal).” Aku setuju sambil ketawa and nganggukin kepala.

Penis aku dengan sedikit kemudahan masuk kedalam vaginanya yang udah basah. Aku mesti akuin kalo doi masih seret banget, engga kalah dengan cewe-cewe yang udah pernah aku tidurin.

Posisi MOT dengan kaki menjepit pinggang aku bikin mabuk beneran, aku kaga tahaaan kalo gini terus makanya aku tarik tanpa melepas penis aku keposisi WOT.

Tanktop dilepas, muncullah toket yang paling indah yang pernah aku liat (mungkin juga jawara indahnya buat STW). Kenceng abis and no silikon! Perutnya juga engga terlalu berlemak, emang sih doi jaga badan abis-abisan, termasuk bokap aku juga.

Si mommy juga ulekannya bener-bener mantap! Ganti posisi doggie, aku masukkin sedalam-dalamnya sambil spank-spank pantantnya yang bikin dia semakin kenceng desahannya.Gairah Sex
We are like in the blue movie hahaha…jempol aku juga sempet bermain didepan ‘matahari’ nya (asshole) yang bikin dia makin menjadi-jadi.

Dalam posisi ini score sudah menjadi 3 – 0 buat aku (doi orgasme 3x). Sebel karena udah orgasme lagi, penis aku dicabut, aku disuruh rebahan and she began to suck my dick. Ini bener- bener pengalam tak bakal lupa seumur hidup aku…isepannya kayak sedotan debu kali.

Mulai dari my balls sampe bawah dikit kena sapuan lidahnya. Pantat aku aja sampe terangkat secara otomatis gitu.

Aku berusaha menahan sekuat tenaga supaya jangan keluar dulu meskipun udah sekitar 40 menitan kira-kira. aku tarik pantanya kearah muka aku dengan posisi 69.

She sat on my face when my tounge danced in her bold pussy…Engga lama setelah itu doi orgasme lagi, kali ini aku jilat sampe bersih and aku telen aja dah cairan yang keluar. Sedotannya makin gokil sampe akhirnya aku nyerah juga.

“Mom…aku udah mau keluaaar,” eh dia malah diem aja makin asik ngisep.

Yah udah aku keluarin aja didalam mulutnya and doi telen semuanya sperma aku till the lasy drop.

Abis the last drop aja masih diisep-isep sampe bersih! Diakhir pertempuran kita sempat berciuman mesra tapi aku janji engga bakal sering-sering ML ama nyokap mengingat dia nyokap aku hehehe tapi kali diajakin sih apa boleh buat, iya engga…siapa yang tahan liat cewe yang kayak barbie gitu.




Cerita Sex,Ibu Rina




Cerita Sex,Ibu Rina


Indo55bet   Hampir setiap ada kesempatan aku bersetubuh dengan mertuaku, kesempatan itu aku lakukan saat istriku Indri sedang ada tugas di luar kantor yang memaksa untuk nginap beberapa hari di luar kota, aku dan mertuaku selalu tidur satu ranjang layaknya suami istri, apabila birahi datang kami selalu melengkapi dengan saling membutuhkan biasanya aku semprotkan air maniku di dalam vagina mertuaku.

Tak lama beberapa bulan ternyata akibatnya fatal yaitu mertuaku hamil atas spermaku, aku kira mertuaku sudah tidak bisa hamil karena umurnya yang sudah tua 53 tahun, tapi atas kehendak mertuaku sendiri aku agak tenang jadi semua bisa diatasinya, saat mertuaku pulang ke desanya aku berniat untuk kesana dan memeriksakan kandungannya.

Tapi mertuaku menolak untuk aku temani entar malah suaminya curiga, setelah aku yakin bahwa mertuaku bisa menyembunyikan perbuatan itu otak jorokku keluar lagi dengan menelpon mertuaku aku bilang bahwa aku kangen banget, dan mertuaku juga merasakan apa yang aku rasakan. Setelah lama ngobrol tiba tibb handphone yang satunya berbunyi.

Hallo, selamat pagi. Pento kamu tolong ke ruang Ibu sebentar.

Ternyata Bos besar yang memanggil, akupun beranjak dari tempat dudukku dan bergegas menuju rangan IbuRina. Ibu Rina, wanita setengah baya, yang sudah menjanda karena ditinggal mati suaminya akibat kecelakaan, saat latihan terjun payung di Sawangan.

Aku taksir, usia Ibu Rina kurang lebih 45 tahun, Ibu Rina seorang wanita yang begitu penuh wibawa, walaupun sudah berusia 45 tahun namun Ibu Rina tetap terlihat cantik, hanya sayang Tubuh Ibu Rina agak gemuk.

Selamat pagi Bu, ada apa Ibu memanggil saya.

Oh nggak.. , Ibu cuma mau Tanya mengenai pekerjaan kemarin, yang diberikan sama Bp. Anwar sudah selesai kamu kerjakan atau belum?.

Oh.. ya Bu.. sudah, sekarang saya sedang memeriksanya kembali sebelum saya serahkan, biar tidak ada kesalahan. Jawabku.

Oh.. ya.. sudah kalau begitu, Kamu kelihatan pucat kenapa? Kamu sakit?. Tanya Ibu Rina.
Oh nggak Bu Saya tidak apa-apa.

Kalau kamu kurang sehat, ijin saja istirahat dirumah, jangan dipaksakan nanti malah tambah parah
penyakit mu. Ah.. nggak apa-apa Bu saya sehat kok. Jawabku.

Saat aku hendak meninggalkan ruangan Ibu Rina, aku sangat terkejut sekali, saat Ibu Rina berkata, Makanya kalau selingkuh hati hati dong Pen Jangan terlalu berani. Sekarang akibatnya ya beginilah Ibu mertuamu hamil.

Aku sangat terkejut sekali, bagai disambar petir rasanya mukaku panas sekali, aku sungguh-sungguh
mendapatkan malu yang luar biasa.

Dari mana Ibu tahu? tanyaku dengan suara yang terbata bata.

Maaf Pen Bukannya Ibu ingin tahu urusan orang lain, Tadi waktu Ibu menelfon kamu kamu kok online terus Ibu jadi penasaran, Ibu masuk saja ke line kamu.

Sebenarnya, setelah Ibu tahu kamu sedang bicara apa, saat itu Ibu hendak menutup telepon rasanya kok lancang dengerin pembicaraan orang lain, tapi Ibu jadi tertarik begitu Ibu tahu bahwa kamu selingkuh dengan Ibu mertuamu sendiri.

Aku marah sekali, tapi apa daya Ibu Rina adalah atasanku, selain itu Ibu Rina adalah saudara sepupu dari pemilik perusahaan tempat aku bekerja, bisa bisa malah aku dipecat. Aku hanya diam dan menundukan kepalaku, aku pasrah.

Ya sudah, tenang saja rahasia kamu aman ditangan Ibu. Terima kasih Bu, jawabku lirih sambil menundukkan mukaku Nanti sore setelah jam kerja kamu temenin Ibu ke rumah, ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK. Tentang apa Bu? tanyaku.

Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolak pintanya tegas.

Akupun keluar dari ruangan Ibu Rina dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Rina yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain.

Kenapa Pen? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut ya, Tanya Wilman sohibku. Ah, nggak ada apa apa Aku lagi capek aja. Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu. Kamu itu Wil, gendat gendut, ntar kalau Ibu Rina denger mati kamu.

Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, Rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku.

Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Rina, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku,

Uh.. rasanya mau meledak dada ini, Aku berharap agar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman. Kring..

kuangkat telepon di meja kerjaku. Gimana? Sudah siap, Tanya Ibu Rina. Ya Bu saya siap, Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI pemuda.

Ternyata Ibu Rina tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya.

Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Rina, tapi yang ditunggu-tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Rina masuk ke halaman dan parkir. Ibu Rina pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM. Hi..

Pento ngapain kamu disini?, sapa Ibu Rina. Aku jadi bingung, namun Ibu Rina mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Rina, agar kami bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang.

Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga, sahutku. Ibu Rina pun bergabung antri di depan ATM.

Gimana, temenmu belum datang juga? Saat Ibu Rina keluar dari ruang ATM. Belum Bu. Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searah.

Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Rina, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Rina sementara Ibu Rina sendiri duduk dibangku belakang.

Ayo, Pak Bari kita pulang Iya Nya.. ,

sahut Pak bari Untung aku ketemu kamu disini Pento Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulang. Uh.. batinku Ibu Rina mulai bersandiwara lagi.

Memangnya ada apa Ibu mencari saya?.Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OK.

Aku hanya diam saja, pikiranku benar-benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Rina. Ayo masuk, ajak Ibu mia.


Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Rina pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Rina yang begitu antik dan mewah. Selamat sore Nya,

Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana.Baik Nya.

Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Rina. Silakan Den, ini kamarnya.

Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar.

Kring.. , kring.. , kuangkat telepon yang menempel di dinding.

Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusut. Oh.. iya Bu terimakasih.

Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku.

Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Rina belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang mengantarkan makan malam untukku.

Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Rina yang masuk,.

Aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Rina tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu Rina datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku

memandangi tubuh Ibu Rina, walaupun gendut tapi Ibu Rina tetap cantik.Gairah Sex Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Rina berkata kepadaku, Sekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakan.

Tapi Bu, protesku. Pento, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu.

Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah.

Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku. Sial!, makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Rina saat itu. Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu, bentak Ibu Rina. Mm.. , luRinan juga kontolmu.

Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Rina tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia. Nah, sekarang ceritakan semuanya.

Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami.

Kulihat Ibu Rina mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Rina menarik napas panjang. Tiba tiba Ibu Rina bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku,

Sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan tubuh Ibu Rina membuat jakunku turun naik Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamu, bentaknya lagi.

Baik Bu, akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Rina menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku. Ahh.. , jeritku tertahan saat mulut Ibu Rina mulai mengulum kontolku. Ahh.. Bu.. , nikmat sekali Kuangkat kepala Ibu Rina, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku.

Bu.. kita pindah keranjang saja, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang. Kurebahkan tubuh Ibu Rina, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami.Ahh.. , Jerit Ibu Rina saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya. Uhh Pento.. enak.. sayang.

Ketelusuri tubuh Ibu Rina dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Rina yang licin tanpa sehelai
rambutpun. Kuhisap memek Ibu Rina dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin karena Ibu Rina sudah sangat terangsang mendengar ceritaku.

Ahh, jerit Ibu Rina saat dua jariku masuk ke lubang surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas- remas teteknya.Gairah Sex Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Rina yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku.

Usahaku berhasil, Ibu Rina memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Rina, tubuh Ibu Rinapun makin menegang.

Aaarrgghh.. Pento, jerit Ibu Rina tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya, Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Rina, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Rina menikmati sisa sisa orgasmenya.

Kucumbu kembali Ibu Rina kujilati teteknya kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah.

Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu, pintanya. Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Rina tengkurap kini. Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali.
Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Rina pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam.

Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Ibu Rina. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Rina. Iiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat.

Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Rina, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku.

Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Rina, bunyi plak.. plak.. akibat beradunya pantat Ibu Rina dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku.
Uhh.. , jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut.

Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku,Ibu Rinapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan.
Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. .

Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Rina, beberapa detik
kemudian Ibu Rina pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, IbuRina tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana.

Ibu Rina rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Rina. Nikmat sekali.. ,

Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Rina sudah lelap tertidur, Dari celah belahan memek Ibu Rina, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang
telah melecehkanku sudah kubuat KO.

Kuciumi kembali tubuh Ibu Rina, kontolkupun tegak kembali, kubalik tubuh Ibu Rina agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek-gesekan kontolku di lubang memek Ibu Rina.

Uhh Pento.. Ibu lelah sekali sayang, Lirih sekali suara Ibu Rina. Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Rina, Bless.. Licin sekali,
kupompa keluar masuk kontolku, tubuh Ibu Rina terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk kontolku,
Rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan Rinat, tanpa perlawanan Ibu Rina hanya memejamkan matanya.

Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Rina.. , dan
langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Rina.

Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Rina, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku
terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku.

Bu.. Bu.. Rina bangun Bu.. .

Akhirnya dengan malas Ibu Rina membuka matanya.

Sudah malam Bu saya mau pulang.”Puas Ngentot Memek Boss”

Pento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagi.

Ibu Rinapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar.

Tunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Rina masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu Rina keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan.

Ini untuk kamu.

Apa ini Bu?, Tanyaku, saat Ibu Rina menyodorkan sebuah amplop kepadaku.

Aku menolak pemberian Ibu Rina, namun Ibu Rina terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Rina lalu kembali kami berciuman dengan mesranya.

Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Rina.



Bos Gila Sex




Bos Gila Sex

Indo55bet   Aku cowok yang masih single. Aku kerja seruang dengan seorang cewek cantik. Dia atasan aku, orangnya cantik dan montok menggoda. Dia suka membuat  penisku naik terus. Nggak heran karena dia punya hobby ngesex.

Akupun juga punya hobby yang sama. Tapi aku tidak semaniak dia. Hampir tiap hari dia ngesex dengan cowok cowok yang disenanginya, bahkan aku sering diajaknya bercinta. Disamping aku senang dan menikmati tubuhnya yang aduhai itu, aku juga tidak berani menolak perintahnya.. 

pokoknya “A.I.S”-lah.. itu..tuu.. Asal Ibu Senang. Dan aku dijanjikan naik pangkat dan tentu saja gaji naik juga dong plus bonus tubuhnya yang montok itu.

Orangnya cantik meskipun usianya jauh diatas aku. Karena dia selalu suka pakai rok ‘super’ mini warna putih transparan. Maka aku tahu kalau dia tiap hari nggak pernah pakai CD. Yang aku heran ama dia, pas dia ada di luar ruang kerja dia selalu pakai rok biasa bahkan pernah pakai celana. Tapi pas ada di ruang kerja ,dia selalu pakai rok ‘super’ mini itu. 

Jadi kalau ada sesuatu yang dia butuhkan dia selalu minta tolong aku yang ngurus. Meja kerjanya yang berada di depan aku, jadi aku bisa melihat apa yang dikerjakannya.

Tiap menit dia selalu memancing nafsu aku. Dia sering pura-pura lihat suasana diluar jendela, padahal dia ingin memeperlihatkan kemontokan pantatnya yang super montok itu. Lalu dia pura-pura melihat hasil kerja aku sambil dekat-dekat terus dia menundukkan kepalanya.. 

lalu yah jelaslah payudaranya yang tergantung bebas tanpa halangan dari BH. Dia goyangkan badannya, maka bergoyanglah payudara itu kiri-kanan-kiri lagi.. Tapi yang paling parah, dia pura-pura menjatuhkan bulpen di lantai, terus dia jongkok membelakangi aku.

Pas dia merunduk, roknya tersingkap keatas jadi terlihatlah pantatnya yang montok putih dan vaginanya yang putih kemerahan dengan bulu yang tampak menantang untuk dijamah. 

Pas dia udah ambil itu bolpoint, eh.. dijatuhin lagi terus nungging lagi.. lagi.. lagi.. Dia goyangin itu pantatnya maju-mundur, bawah-atas..

lalu dia renggangkan kakinya sehingga vaginanya yang lezat itu merekah bagai bunga ‘mawar’ dan begitu seterusnya. Hingga aku nggak tahan akan kelakuannya itu. Langsung aja aku deketin dia terus aku obok-obok ‘anu-nya’.. 

Dan ternyata.. apa yang terjadi.. ohh.. Dia menikmati sentuhan-sentuhan aku. Saat ini aku bekerja dengan lidah aku. Aku jilat sedikit kacangnya dan di “elus” agar basah. Nggak sampai dua menit udah tampak ada cairan bening di vaginanya.

Karena aku udah nggak tahan, lalu aku masukin penis aku ke vaginanya. Dia mendesis – meronta – mengerang nikmat(3M) demikian juga aku. Hangat dan lembab. 

Lalu aku mula goyang kiri kanan,gairahsex.com maju-mundur dan kadang-kadang aku putar. Dia bener-bener hebat, setelah aku agak pasif dalam gerakan aku karena udah hampir nyampe. Dia dengan perkasa menggoyang tubuhnya maju-mundur, kanan-kiri dan berputar dengan garang.

Sementara aku makin berat nahan orgasme aku, akhirnya..

“Bu boleh keluarin di dalam..?”kataku.

“Boleh aja sayang, emang sudah hampir.. ya?”katanya sambil terus menggenjot pantatnya maju-mundur.

“Ya, bu”kataku.

“Kita sama-sama ya, hmm..ohh..”.

Dengan sisa tenaga aku goyang lagi sampai aku terasa enak bener karena orgasme aku udah sampai deket pintu helm “NAZI”.

Lalu aku peluk dia dari belakang sambil aku remes dadanya. Dan cret.. cret.. cret. cret, air mani aku muncrat didalam lubang vaginanya. 

Dan diapun merintih ohh yes dan lalu mencengkeram kursi dengan erat serta badannya bergetar dan menegang.. Rupanya dia klimaks juga. Dengan penis dan vagina masih bersatu aku tetep peluk dia dari belakang.

Dia tersenyum puas lalu melumat bibirku. Dia bilang kontolku enak banget sih. Dia kangen katanya kalau nggak dicoblos kontolku barang sehari. 

Nggak lama aku peluk pinggangnya kuat-kuat dari belakang sambil ngerintih akhh.. akhhgg dan lalu di dinding vaginanya kubikin terasa hangat karena semprotan sperma aku tadi. 

Nggak ke tulungan enaknya katanya, tapi dia harus buru-buru ngrapiin baju dan nyuci vaginanya. Habis gituan luemes banget dan nggak bisa kerja lagi. Abis sambil berdiri sih.
 
Enak juga lho making love di kantor. Apalagi kalau lembur jangan dibilang. Di meja kerja, di WC, di lift, di lantai atas gedung atau juga di dalam mobilnya juga bisa, rasa takut ketahuan itu selalu ada, tapi kenikmatannya lain dari pada yang lain, pokoknya sensasinya lain.
Malamnya aku diajak ke pub. 

Setelah jam dua belas malam, aku ajak dia pulang. Dia kutuntun ke mobilku karena dia mulai mabuk akibat terlalu banyak mengkonsumsi minuman dan kuantarkan ke apartemennya. Aku bingung mengapa dia nggak pulang ke rumahnya sendiri.. mengapa kesini. Kuantar sampai ke dalam kamarnya di lantai 7, aku istirahat sejenak di sofanya. 

Dia bangun dan menghampiri aku untuk mengucapkan terima kasih dan selamat malam.. tapi tubuhnya jatuh dalam pelukan aku sehingga nafsu aku untuk meng’anu’nya mulai bangkit. Kuciumi dari kening, mata, hidung hingga mulut sensualnya disambutnya ciuman aku dengan permainan lidahnya yang sudah profesional.

Lama kami berciuman dan aku mulai meremas teteknya yang agak kenyal.. lalu kubuka resleting bajunya..kemudian kususupkan tanganku ke dalam behanya untuk meremas teteknya lagi dan memainkan putingnya.. 

sambil terus berciuman. Satu persatu pakaiannya jatuh ke lantai.. BH.. CD.. tapi kami masih berciuman. tanganku tak tinggal diam.. meremas diatas sesekali memainkan puting dan meraba dan memainkan di bagian vaginanya.. oi.. jembutnya yang menggoda.. lezatnya..

Vaginanya telah banjir akibat otot vaginanya mengeluarkan cairan karena rangsangan dari aku.. tangannya mulai membuka satu persatu pakaianku sampai kami berdua full bugil. 

Kusodok sodok jari tengahku ke dalam vaginanya ..sshh.. oohh.. gung.. please.. sshh.. don’t stop..aahh.. terus jariku telunjukku memainkan itilnya yang mulai menegang .. 

sshh.. aahh.. dan dia mulai merebahkan badannya di sofa kuciumi lagi putingnya dan kusodok-sodok lagi vaginanya dengan dua jari.. sshh.. aahh..oohh my goodd..sshh .. dia mulai mencari-cari kontolku yang sudah tegang sejak tadi.. dan mulai menghisap kontolku .. 

mulai dari kepala .. sshh .. aahh.. buu.. aahh.. sshh .. perlahan lahan mulutnya masuk dan melahap kontolku semuanya sshh ..hhmm.. kutambah jariku satu lagi hingga tiga yang masuk ke dalam vaginanya sshh.. aachh.. tambah satu lagi hingga hanya jempol saja yang masih di luar memainkan itilnya.. sshh.. hhmm..

aku lepaskan kontolku dari mulutnya dan mulai kuarahkan ke bibir vaginanya yang banjir.. perlahan lahan kudorong kontolku.. sshh.. oohh.. honey.. hhmm.. bibir bawahnya menggigit bibir atasnya.. kuangkat kedua pahanya dan kusandarkan di sandaran sofa yang sebelah kiri sedang yang kanan kuangkat.. dan bless.. aahh.. sshh.. kuayunkan perlahan lahan.. sshh.. oohh my god.. come on.. sshh..terus kuayunkan hingga kupercepat ayunanku .. sshh.. buu.. saya mau keluar buu..sshh.. keluarin di dalem aja sayang..ohh aahh.. kedua pahanya mulai dijepitkan pada pinggangku sambil terus menggoyangkan pantatnya sshh.. aahh..

Tiba-tiba dia menjerit histeris oohh..sshh.. sshh..sshh.. ternyata dia sudah keluar.. aku terus menggenjot pantatku semakin cepat dan keras hingga mentok ke dasar vaginanya

“ sshh.. aahh.. dan aagghh.. crett.. crreett.. ccrreett..” kutekan pantatku hingga kontolku menempel dasar vaginanya.. dan keluarlah pejuku ke dalam liang vaginanya..
“sshh.. bbrr..” saat terakhir pejuku keluar..

akupun lemas tetapi tidak aku cabut melainkan menaikan lagi kedua pahanya hingga dengan jelas aku lihat bagaimana kontolku masuk ke dalam vaginanya yang di kelilingi oleh jembutnya yang menggoda.. kubelai jembutnya sambil sesekali menyentuh itilnya. Ssshh.. aahh.. aku mulai mengayunkan kembali kontolku.. 

biar agak ngilu aku paksakan..kapan lagi.. sshh.. aahh.. hhmm.. aku meminta dia untuk posisi nungging dengan tidak melepaskan kontolku dalam vaginanya.. kontolku terasa dipelintir oleh vaginanya.. terus kugenjot lagi ..sshh dan.. sshh.. dia mendorong pantatnya dan aachh.. lebih cepet honey ..sshh.. dia sudah keluar lagi

Aku masih asik mengoyang pantatku sambil meremas teteknya yang dari tadi aku biarkan.. sshh.. hhmm..aahh.. dan creett.. creett.. akupun menekan pantatku dan menarik pinggulnya hingga kontolku mentok lagi di dasar vaginanya.. kami berdua sama lemas..

Dia ambil sebatang rokok.. dinyalakannya dan dia hisap itu rokok.. persis seperti saat dia menghisap penisku .. kami duduk dan sama menikmati permainan tersebut sambil dia merokok kami saling mengobok-obok kemaluan masing-masing.. Kuangkat tubuhnya ke tempat tidur..

kami tidak membereskan pakaian kami yang masih berserakan di lantai ruang tamu.. aku putar jam bekerja tepat pukul 5 soalnya aku mau pulang.. Dia mulai merapatkan matanya sambil tangannya merangkul dan tubuhnya yang berkeringat merapat ke tubuhku.. meskipun udara di rungan sudah dingin tetapi tubuh kami masih berkeringat akibat permainan tadi..

Pada kesempatan lain aku datang ke rumahnya nganterin surat-surat penting. Kebetulan siang itu dia lagi sendiri. “Oh kamu sayang.. ayo cepet masuk..ehhmm”katanya sambil nutup pintu. “Iya bu, saya cuma mau ngantar surat ini “kataku.

GairahSex Terus aku minta pamit pulang.. tapi..

“Aduh koq buru-buru amat sih.. ibu mau minta tolong lagi.. boleh khan ..”katanya manja. Lalu, matanya merem melek sambil lidahnya dikeluarkan, aku udah tahu pasti dia pengen ngentot lagi nich. Pokoknya udah nggak tahan deh. 

Langsung aku diajak dia masuk dan duduk di teras. Waktu itu dia pakai baju kulot putih transparan. Terlihat payudaranya yang montok dengan putingnya yang menyembul dari balik bajunya. Aku lihat dia lagi ‘super’ nafsu, lalu dia pancing aku untuk making love. Aku sih

“A.I.S” saja.

Lalu kulot dan CD dilepaskan step by step, lalu vaginanya aku raba-raba, dan kelentitnya aku diplintir sampai dia terangsang banget. Terus baju, celana dan CD aku diplorotin. Lalu kita duduk di lantai teras. Dalam posisi duduk santai kakiku selonjor, dia sedot-sedot kontolku sampai aku mendesah-desah dan kontolku menjadi tegang dan keras. Dia kangkangi kakinya terus dia pegang kontolku yang udah keras sambil mengarahkan ke vaginanya yang sudah basah dan merekah itu.

Aduh enaknya terus dia naik turun terus sambil digoyang-goyang terus dikocok terus sampai kenikmatan yang tak terhingga. Rasanya dia jadi lemas dan capai, tapi dia berusaha tidak mau udahan. 

Kayaknya teriak tertahan, mungkin dia takut kedengaran tetangga. Dia terus naik turun dan aku juga ngimbangi dari bawah, terus sampai akhirnya aku dan dia pelukan erat-erat karena dia sudah merasa hampir klimaks, dan nggak lama dia pun menegang dan akhirnya sama-sama puncak dan keluar.

Pokoknya nikmat banget, dan badan aku juga terasa lemas tak bertenaga kepinginnya nggak mau lepas dari tubuhnya. Tanpa pakai celana dulu dia pergi ke kamar mandi. Pantatnya yang montok bergoyang kanan-kiri-kanan-kiri.. 

Kadang dia menundukkan tubuhnya sehingga posisinya nungging ke arah aku.. sehingga vaginanya terlihat merekah.. ohh. Aku melotot lihat tingkahnya begitu seronok. Ah aku cuek aja. Yang penting.. uueennaakk.. ooii.. Byyee.....





Ngesex Sama Anak Pak Haji


Indo55bet  Aku mengenalnya sejak kanak-kanak. Ia memang gadis yang lincah, terbuka dan tergolong berotak encer. Setahun setelah aku menikah, isteriku melahirkan anak kami yang pertama. Hubungan kami rukun dan saling mencintai. 

Kami tinggal di rumah sendiri, agak di luar kota. Sewaktu melahirkan, isteriku mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami. Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. 

Karena itu, ibu mertua, ibuku sendiri, tante (ibunya Rere) serta Rere dengan suka rela bergiliran membantu kerepotan kami. Semua berlalu selamat sampai isteriku diperbolehkan pulang dan langsung bisa merawat dan menyusui anak kami.

Cerita Sex Selingkuh | Hari-hari berikutnya, Rere masih sering datang menengok anak kami yang katanya cantik dan lucu. Bahkan, heran kenapa, bayi kami sangat lekat dengan Rere.

Kalau sedang rewel, menangis, meronta-ronta kalau digendong Rere menjadi diam dan tertidur dalam pangkuan atau gendongan Rere.

Sepulang kuliah, kalau ada waktu, Rere selalu mampir dan membantu isteriku merawat si kecil.

Lama-lama Rere sering tinggal di rumah kami. Isteriku sangat senang atas bantuan Rere. Tampaknya Rere tulus dan ikhlas membantu kami.

Apalagi aku harus kerja sepenuh hari dan sering pulang malam. Bertambah besar, bayi kami berkurang nakalnya. Rere mulai tidak banyak mampirke rumah. Isteriku juga semakin sehat dan bisa mengurus seluruh keperluannya.

Namun suatu malam ketika aku masih asyik menyelesaikan pekerjaan di kantor, Rere tiba-tiba muncul.

“Ada apa Re, malam-malam begini.”

“Mas Bima, tinggal sendiri di kantor?”

“Ya, Dari mana kamu?”

“Sengaja kemari.”

Rere mendekat ke arahku. Berdiri di samping kursi kerja. Rere terlihat mengenakan rok dan T-shirt warna kesukaannya, pink. Tercium olehku bau parfum khas remaja.

“Ada apa, Rere?”

“Mas… aku pengin seperti Mbak Tari.”

“Pengin? Pengin apanya?” Rere tidak menjawab tetapi malah melangkah kakinya yang putih mulus hingga berdiri persis di depanku. Dalam sekejap ia sudah duduk di pangkuanku.

“Rere, apa-apaan kamu ini..” Tanpa menungguku selesai bicara, Rere sudah menyambarkan bibirnya di bibirku dan menyedotnya kuat-kuat.

Bibir yang selama ini hanya dapat kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat keras. Kulumanya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak.

Lidahnya dipermainkan cepat dan menari lincah dalam rongga mulutku. Ia mencari lidahku dan menyedotnya kuat-kuat.

Aku berusaha melepaskannya namun sandaran kursi menghalangi. Lebih dari itu, terus terang ada rasa nikmat setelah berbulan-bulan tidak berhubungan intim dengan isteriku.

Rere merenggangkan pagutannya dan katanya, “Mas, aku selalu ketagihan Mas. Aku suka berhubungan dengan laki-laki, bahkan beberapa dosen telah kuajak beginian.

Tidak bercumbu beberapa hari saja rasanya badan panas dingin. Aku belum pernah menemukan laki-laki yang pas.”

Kuangkat tubuh Rere dan kududukkan di atas kertas yang masih berserakan di atas meja kerja. Aku bangkit dari duduk dan melangkah ke arah pintu ruang kerjaku. Aku mengunci dan menutup kelambu ruangan.

“Re.. Kuakui, aku pun kelaparan. Sudah 4 bulan tidak bercumbu dengan Tari.”

“Jadikan aku Mbak Tari, Mas. Ayo,” kata Rere sambil turun dari meja dan menyongsong langkahku.

Ia memelukku kuat-kuat sehingga dadanya yang empuk sepenuhnya menempel di dadaku. Terasa pula penisku yang telah mengeras berbenturan dengan perut bawah pusarnya yang lembut.

Rere merapatkan pula perutnya ke arah kemaluanku yang masih terbungkus celana tebal. Rere kembali menyambar leherku dengan kuluman bibirnnya yang merekah bak bibir artis terkenal.

Aliran listrik seakan menjalar ke seluruh tubuh. Aku semula ragu menyambut keliaran Rere.

Namun ketika kenikmatan tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuh, menjadi mubazir belaka melepas kesempatanini.

“Kamu amat bergairah, Rere..” bisikku lirih di telinganya.

“Hmmm… iya… Sayang..” balasnya lirih sembari mendesah.

“Aku sebenarnya menginginkan Mas sejak lama… ukh…” serunya sembari menelan ludahnya.

“Ayo, Mas… teruskan..”

“Ya Sayang. Apa yang kamu inginkan dari Mas?”

“Semuanya,” kata Rere sembari tangannya menjelajah dan mengelus batang kemaluanku.

Bibirnya terus menyapu permukaan kulitku di leher, dada dan tengkuk. Perlahan kusingkap T-Shirt yang dikenakannya.

Kutarik perlahan ke arah atas dan serta merta tangan Rere telah diangkat tanda meminta T-Shirt langsung dibuka saja. Kaos itu kulempar ke atas meja.

Kedua jemariku langsung memeluknya kuat-kuat hingga badan Rere lekat ke dadaku. Kedua bukitnya menempel kembali, terasa hangat dan lembut.

Jemariku mencari kancing BH yang terletak di punggungnya. Kulepas perlahan, talinya, kuturunkan melalui tangannya.

BH itu akhirnya jatuh ke lantai dan kini ujung payudaranya menempel lekat ke arahku. Aku melorot perlahan ke arah dadanya dan kujilati penuh gairah.

 Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Rere, namun menambah nikmat aroma gadis muda.

Tangan Rere mengusap-usap rambutku dan menggiring kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya.

“Sedot kuat-kuat Mas, sedooottt…” bisiknya.

Aku memenuhi permintaannya dan Rere tak kuasa menahan kedua kakinya. Ia seakan lemas dan menjatuhkan badan ke lantai berkarpet tebal

Ruang ber-AC itu terasa makin hangat. “Mas lepas…” katanya sambil telentang di lantai. Rere meminta aku melepas pakaian. Rere sendiri pun melepas rok dan celana dalamnya.

Aku pun berbuat demikian namun masih kusisakan celana dalam. Rere melihat dengan pandangan mata sayu seperti tak sabar menunggu. Segera aku menyusulnya, tiduran di lantai.

Kudekap tubuhnya dari arah samping sembari kugosokkan telapak tanganku ke arah putingnya. Rere melenguh sedikit kemudian sedikit memiringkan tubuhnya ke arahku.

Sengaja ia segera mengarahkan putingnya ke mulutku.

“Mas sedot Mas… teruskan, enak sekali Mas… enak…” Kupenuhi permintaannya sembari kupijat-pijat pantatnya.

Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Rere. Rambutnya tidak terlalu tebal namun datarannya cukup mantap untuk mendaratkan pesawat “cocorde” milikku. Kumainkan jemariku di sana dan Rere tampak sedikit tersentak.

“Ukh… khmem.. hsss… terus… terus,” lenguhnya tak jelas.

Sementara sedotan di putingnya kugencarkan, jemari tanganku bagaikan memetik dawai gitar di pusat kenikmatannya.

 Terasa jemari kanan tengahku telah mencapai gumpalan kecil daging di dinding atas depan vaginanya, ujungnya kuraba-raba lembut berirama.

Lidahku memainkan puting sembari sesekali menyedot dan menghembusnya. Jemariku memilin klitoris Rere dengan teknik petik melodi.

Rere menggelinjang-gelinjang, melenguh-lenguh penuh nikmat.

“Mas… Mas… ampun… terus, ampun… terus ukhhh…” Sebentar kemudian Rere lemas.

Namun itu tidak berlangsung lama karena Rere kembali bernafsu dan berbalik mengambil inisitif.

Tangannya mencari-cari arah kejantananku. Kudekatkan agar gampang dijangkau, dengan serta merta Rere menarik celana dalamku.

Bersamaan dengan itu melesat keluar pusaka kesayangan Tari. Akibatnya, memukul ke arah wajah Rere. “Uh… Mas… apaan ini,” kata Rere kaget. Tanpa menunggu jawabanku, tangan Rere langsung meraihnya. Kedua telapak tangannya menggenggam dan mengelus penisku.

“Mas… ini asli?”

“Asli, 100 persen,” jawabku.

Rere geleng-geleng kepala. Lalu lidahnya menyambar cepat ke arah permukaan penisku yang berdiameter 6 cm dan panjang 19 cm itu, sedikit agak bengkok ke kanan.

Di bagian samping kanan terlihat menonjol aliran otot keras. Bagian bawah kepalanya, masih tersisa sedikit kulit yang menggelambir.

Otot dan gelambiran kulit itulah yang membuat perempuan bertambah nikmat merasakan tusukan senjata andalanku.

“Mas, belum pernah aku melihat penis sebesar dan sepanjang ini.”

“Sekarang kamu melihatnya, memegangnya dan menikmatinya.”

“Alangkah bahagianya MBak Tari.”

“Makanya kamu pengin seperti dia, kan?”

Rere langsung menarik penisku.

“Mas, aku ingin cepat menikmatinya. Masukkan, cepat masukkan.”

Rere menelentangkan tubuhnya. Pahanya direntangkannya. Terlihat betapa mulus putih dan bersih. Diantara bulu halus di selangkangannya, terlihat lubang vagina yang mungil.

Aku telah berada di antara pahanya. Exocet-ku telah siap meluncur. Rere memandangiku penuh harap.

“Cepat Mas, cepat..”

“Sabar Rere. Kamu harus benar-benar terangsang, Sayang…”

Namun tampaknya Rere tak sabar. Belum pernah kulihat perempuan sekasar Rere. Dia tak ingin dicumbui dulu sebelum dirasuki penis pasangannya.

“Cepat Mas…” ajaknya lagi.

Kupenuhi permintaannya, kutempelkan ujung penisku di permukaan lubang vaginanya, kutekan perlahan tapi sungguh amat sulit masuk, kuangkat kembali namun Rere justru mendorongkan pantatku dengan kedua belah tangannya.

Pantatnya sendiri didorong ke arah atas. Tak terhindarkan, batang penisku bagai membentur dinding tebal. Namun Rere tampaknya ingin main kasar. Aku pun, meski belum terangsang benar, kumasukkan penisku sekuat dan sekencangnya.

Meski perlahan dapat memasukirongga vaginanya, namun terasa sangat sesak, seret, panas, perih dan sulit. Rere tidak gentar, malah menyongsongnya penuh gairah.

“Jangan paksakan, Sayang..” pintaku.

“Terus. Paksa, siksa aku. Siksa… tusuk aku. Keras… keras jangan takut Mas, terus..” Dan aku tak bisa menghindar.

Kulesakkan keras hingga separuh penisku telah masuk. Rere menjerit, “Aouwww.. sedikit lagi..” Dan aku menekannya kuat-kuat. Bersamaan dengan itu terasa ada yang mengalir dari dalam vagina Rere, meleleh keluar.

Aku melirik, darah… darah segar. Rere diam. Nafasnya terengah-engah. Matanya memejam. Aku menahan penisku tetap menancap. Tidak turun, tidak juga naik. Untuk mengurangi ketegangannya, kucari ujung puting Rere dengan mulutku. Meski agak membungkuk, aku dapat mencapainya. Rere sedikit berkurang ketegangannya.

Beberapa saat kemudian ia memintaku memulai aktivitas. Kugerakkan penisku yang hanya separuh jalan, turun naik dan Rere mulai tampak menikmatinya.

Pergerakan konstan itu kupertahankan cukup lama. Makin lama tusukanku makin dalam. Rere pasrah dan tidak sebuas tadi. I

a menikmati irama keluar masuk di liang kemaluannya yang mulai basah dan mengalirkan cairan pelicin.

Rere mulai bangkit gairahnya menggelinjang dan melenguh dan pada akhirnya menjerit lirih, “Uuuhh.. Mas… uhhh… enaakkkk.. enaaakkk… Terus… aduh… ya ampun enaknya..” Rere melemas dan terkulai. Kucabut penisku yang masih keras, kubersihkan dengan bajuku. Aku duduk di samping Rere yang terkulai.

“Rere, kenapa kamu?”

“Lemas, Mas. Kamu amat perkasa.”

“Kamu juga liar.”

Rere memang sering berhubungan dengan laki-laki. Namun belum ada yang berhasil menembus keperawanannya karena selaput daranya amat tebal.

Namun perkiraanku, para lelaki akan takluk oleh garangnya Rere mengajak senggama tanpa pemanasan yang cukup. Gila memang anak itu, cepat panas.

Sejak kejadian itu, Rere selalu ingin mengulanginya. Namun aku selalu menghindar. Hanya sekali peristiwa itu kami ulangi di sebuah hotel sepanjang hari.

Rere waktu itu kesetanan dan kuladeni kemauannya dengan segala gaya. Rere mengaku puas.

Setelah lulus, Rere menikah dan tinggal di Palembang. Sejak itu tidak ada kabarnya. Dan, ketika pulang ke Yogya bersama anaknya, aku berjumpa di rumah bude.

“Mas Bima, mau nyoba lagi?” bisiknya lirih.

Aku hanya mengangguk.

“Masih gede juga?” tanyanya menggoda.

“Ya, tambah gede dong.”

Dan malamnya, aku menyambangi di hotel tempatnya menginap. Pertarungan pun kembali terjadi dalam posisi sama-sama telah matang.

“Mas Bima, Mbak Tari sudah bisa dipakai belum?” tanyanya.

“Belum, dokter melarangnya,” kataku berbohong.

Dan, Rere pun malam itu mencoba melayaniku hingga kami sama-sama terpuaskan...



Luapan Birahi




Indo55bet   

Di tengah kebingungan itu, aku sama sekali tidak tahu harus berbuat apa. Aku mencintainya, tapi aku sama sekali tidak menyangka hingga sejauh ini kisah asmara kami.

Begitu lembutnya dia mempermainkan klitoris aku dengan sapuan lidahnya, Hingga akhirnya rasa bingung itu lenyap ditelan rasa geli dan nikmat yang sudah menjalar di sekujur tubuh aku. 

Aku hanya bisa meremas rambut kepalanya, menekan kepalanya lebih dekat di vagina aku yang kian membasah.

Kenikmatan itu juga yang akhirnya membuat aku mengangkat kedua paha dengan lebih membuka kangkangan keduanya.

Setelah kurang lebih lima belas menit dia menjilati klitoris aku dengan berbagai cara, aku disuruhnya rebah di jok belakang dan segera dia menindih aku. Rupanya Hani telah menurunkan celananya tanpa sepengetahuan aku sewaktu aku masih melayang-layang.

Dengan cepat Hani menyodorkan penisnya menuju bibir vagina aku. Dan mempermainkan kepala penisnya di bibir vagina aku. Aku kembali menggelinjang.

Sama sekali tidak terbesit di benak aku, bahwa kami masih bermain di area parkir sebuah pusat belanja yang terletak di jalan “D”. Yang suatu saat dapat dipergoki satpam.

Kembali aku tersentak hebat saat kepala penisnya menggesek-gesek klitoris aku dengan agak kuat. Tubuh aku mulai bergetar hebat.

Apa ini yang dinamakan luapan birahi? Karena vagina aku yang sudah basah sejak tadi, Hani tidak mendapat kesulitan untuk akhirnya dengan cepat dan lembut menyelipkan penisnya di liang vagina aku.

Aku kembali tersentak dalam sejuta kenikmatan. Sebuah benda yang besar dan panjang menyelinap masuk secara perlahan, sehingga menimbulkan gesekan halus pada klitoris aku. 

Tubuh aku mengejang sesaat. Tiba-tiba muncul rasa heran yang amat sangat dalam diri aku. Selama ini aku tidak pernahh merasakan nikmatnya sex dengan suami aku. 

Yang aku tahu selama ini, sex adalah menyakitkan. Aku hanya menjadi mesin pemuas nafsu sex suami aku tanpa peduli apakah aku menikmatinya atau tidak. 

Nikmat sex seolah-olah hanya dongeng belaka di telinga aku.
Tapi Hani… seolah-olah dia kini memberikan bukti bahwa nikmat sex itu ada. Dan nyata.
Kini aku sadar sepenuhnya. Aku semakin mencintainya. Aku pun kembali larut dalam kebahagiaan nikmatnya sex. Aku pun menyambut cintanya, juga menyambut goyangannya tidak kalah hebat. 

Seolah aku ingin menumpahkan dan mencapai kenikmatan sex yang baru aku rasakan dan ingin memberitahunya untuk bersama menikmati sex ini sepuas-puasnya.

Entah berapa lama kami bercinta dan saling berpacu dalam nafsu birahi di dalam mobil Genio berwarna gelap. Akhirnya dia membiarkan aku selesai terlebih dahulu. 

Sungguh aku tidak menyangka bahwa kenikmatan sex itu begitu indah, menyenangkan dan memuaskan.Gairah Sex Aku pun dibuatnya lemas dan tidak bertenaga, terkapar di jok mobil. 

Telentang tidak berdaya, dengan rasa sejuta bahagia dan kepuasan yang tidak ternilai. Sementara Hani akhirnya mempercepat ritme ayunan pinggulnya dan aku merasakan adanya semburan hangat di dalam vagina aku. Semburan sperma Hani.

Aku sempat khawatir akan kehamilan akibat hubungan kami. Tapi Hani segera berbisik bahwa dia ingin aku hamil dan membesarkan anak tersebut. 

Berangsur-angsur kekhawatiran aku menghilang. Di satu sisi, keinginan aku untuk hamil bisa saja terkabul. Dan ini yang aku tunggu.

Akhirnya siasat pun diatur, apalagi golongan darah Hani sama persis dengan suami aku. Sejak saat itu, kami pun rutin melakukan hubungan sex untuk saling meluapkan cinta dan memuaskan nafsu birahi kami, dimana pun kami sempat.

Bahkan pernahh di ruangan kantor aku pada saat sepi, Hani meminta aku untuk berdiri membungkuk di tepi meja kerja aku dan dia menyetubuhi aku dari belakang dengan terlebih dahulu mengangkat rok dan menurunkan celana aku dan kemudian mempermainkan vagina aku dengan lidahnya yang kasat.

Kini bukan saja suami aku yang berselingkuh. Aku pun turut terjerumus dalam dunia perselingkuhan. Perselingkuhan yang aku rasa adalah abadi. 

Apakah ini semua karena cinta sejati aku dengan Hani?

Apakah karena awalnya kawin paksa oleh ayah aku, hingga tidak pernahh ada cinta antara aku dan suami aku? Hingga kini hubungan aku dan Hani telah berusia dua tahun, baik hubungan komunikasi maupun secara sexual. 

Kami tetap saling memperhatikan, mengasihi, menjaga dan juga saling mengisi kekurangan satu sama lain. Seperti layaknya suami istri sejati.

Kini aku sudah tidak peduli lagi terhadap apa yang dilakukan suami aku. Anak kandung aku dari hasil hubungan intim aku dengan Hani dan anak angkat aku pun lebih dekat dengan Hani ketimbang suami aku. 

Entah kenapa, aku sangat berbahagia menjalani semua ini. Aku sudah menemukan cinta sejati aku.

Untuk Hani, apabila Anda membaca Cerita ini, aku ingin mengatakan kepada Anda bahwa kami bertiga sangat mencintai dan merindukanmu.

Salam, putra kandungmu dan Nindi, putri angkatku....






Hubungan Gelap Pengaruh Guna - Guna



Cerita Dewasa.. Hubungan Gelap Pengaruh Guna - Guna

Indo55bet Sementara in Yeyen berpisah dengan suaminya yang mana Yeyen harus ditugaskan di luar kota sebagai pimpinan di sebuah Bank, maka dari itu Yeyen menyewa kamar yang penghuninya adalah wanita tua dimana dia tinggal sendiri karena anak anaknya bekerja di luar kota semua. 

Pertama kali bekerja Yeyen dikagumi oleh bawahannya, setiap pagi jika berangkat ke kantor dia menumpang delman milik pak Bambang. kebetulan Bambang telah kenal baik dengan Mak Minah pemilik rumah yang ditempati Yeyen.

Bambang seorang duda yang berumur kurang lebih 45 tahun, cerai dan tidak memiliki anak. Jarak rumah Bambang dan Yeyen memang jauh sebab di desa itu antara rumah dibatasi oleh kebun kelapa.

Karena terlalu sering mengantar jemput Yeyen Maka secara lambat laun ada perasaan suka Bambang terhadap Yeyen namun segala keinginan itu di buang jauh-jauh oleh Bambang karena ia tahu Yeyen telah mempunyai suami dan setiap minggu suami Yeyen selalu datang, tingkah suami istri itu selalu membuat Bambang tidak enak hati, namun ia harus pasrah bagaimanapun sebagai suami istri layaklah mereka berkumpul dan bermesraan untuk mengisi saat kebersamaan.

Bambang setiap hari selalu melihat sosok keelokan tubuh Yeyen tapi bagaimana caranya menaklukannya, sedang birahinya selalu minta dituntaskan saat bersama Yeyen diatas bendinya. Kemudian timbullah pikiran licik Bambang dengan meminta pertolongan seorang dukun, ia berkeinginan agar Yeyen mau dengannya. Atas bantuan dukun itu, Bambang merasa puas dan mulailah ia mencoba pelet pemberian dukunnya.

Siang saat Yeyen menumpang bendi, Bambang melihat paha Yeyen yang putih mulus itu, kejadian itu membuat birahi Bambang naik dan kejantanannya berdiri saat itu ia mengenakan celana katun yang longgar sehingga kejantanannya yang menonjol terlihat oleh Yeyen,

Bambang malu dan berusaha membuang muka, sedang Yeyen merasa tidak enak hati dan menutupkan pahanya, wajahnya bersemu merah ia merasakan bahwa batang kemaluan Bambang itu memang besar dan panjang tidak seperti milik suaminya.

Ia tahu pasti kalau bercinta dengan Bambang akan dapat memberikan anak baginya serta kepuasan yang jauh berbeda saat bercinta dengan suaminya, memang saat akhir-akhir ini frekwensi hubungan seks dengan suaminya agak berkurang dan suaminya cepat selesai, telah 2 tahun menikah belum ada tanda-tanda ia hamil ini semakin membuat ia uring-uringan dan kepuasan yang dia harapkan dari suaminya tidak dapat Yeyen nikmati.

Sedang kalau ia melihat sosok Bambang tidaklah sebanding dengannya karena status sosial dan intelektualnya jauh dibawah suaminya ditambah face-nya yang tidak masuk katagorinya di tambah lagi kehidupan Bambang yang bergelimang dengan kuda kadang membuatnya jijik, namun semua itu dibiarkannya karena Yeyen butuh bantuan Bambang mengantar jemput, ditambah Bambang memang baik terhadapnya.

Kalau dilihat sosok Yeyen, ia seorang wanita karier berusia 27 tahun dan ia telah bekerja di bank itu kurang lebih 4 tahun, ia menikah dengan Beni, belun dikaruniai anak, tingginya 161 cm, rambut sebahu dicat agak pirang, kulit putih bersih dan memiliki dada 34B sehingga membuat para lelaki ingin dekat dengannya dan menjamah payudaranya yang montok dan seksi.

Dengan berbekal pelet yang diberikan gurunya, Bambang mendatangi rumah Yeyen. Malam itu gerimis dan Bambang mengetuk pintu rumah Yeyen. Kebetulan yang membukakan pintu adalah Yeyen yang saat itu sedang membaca majalah.

“Eee.. Bang Bambang tumben ada apa Bang?” tanya Yeyen.

“Ooo.. saya ingin nonton acara bola sebab saya tidak punya televisi apa boleh Bu Yeyen?” jawab Bambang.

“Ooo.. boleh.. masuklah.. Bang.. langsung aja ke ruang tengah, televisi disitu..” Yeyen menerangkan sambil ia menutup pintu. Diluar hujan mulai lebat.

“Sebentar ya Bang?” Yeyen ke belakang, membuatkan minum untuk Bambang. Bambang duduk diruangan itu sambil melihat televisi.

Tidak berapa lama Yeyen keluar membawa nampan berisi segelas air dan makanan kecil, sambil jongkok ia menyilakan Bambang minum.

Saat itu Bambang sempat terlihat belahan dada Yeyen yang mulus sehingga Bambang berdesir dadanya karena kemulusan kulit dada Yeyen.

Sambil minum Bambang menanyakan, “Mak Minah mana Bu, kok sepi aja?”

“Ooo Mak Minah sudah tidur,” jawab Yeyen.

“Bagaimana kabarnya Bang?” Yeyen membuka pembicaraan.

“Baik-baik saja,” jawab Bambang sambil melafalkan mantera peletnya.

Sambil menonton Bambang berulang-ulang mencoba manteranya, saat itu Yeyen sedang asyik membaca majalah.

Merasa manteranya telah mengenai sasaran, Bambang berusaha mengajak Yeyen bicara tentang rumah tangga Yeyen dan suaminya, diselingi ngomong jorok untuk membuat Yeyen terangsang.

Bu, sudah berapa lama Ibu kawin dan kenapa belum hamil?” tanya Bambang.

“Lho malu saya Bang, soalnya suami saya sibuk dan saya juga sibuk bekerja bagaimana kami mau berhubungan dan suami saya selalu egois dalam bercinta.” jawab Yeyen menjelaskan.

“Oh begitu? bagaimana kalau suami ibu jarang datang dan ibu butuh keintiman?” tanya Bambang.

“Jangan ngomong itu dong Bang, saya malu masa rahasia kamar mau saya omongin ama Abang?” jawab Yeyen.

“Bu Yeyen, saya tau Ibu pasti kesepian dan butuh kehangatan lebih-lebih saat hujan dan dingin saat ini apa Ibu nggak mau mencobanya?” Bambang berkata dengan nada terangsang.

“Haa.. dengan siapa?” jawab Yeyen, “Sedang Beni suamiku di kota,” timpalnya.


“Dengan saya..” jawab Bambang.

“Haa gila! masa saya selingkuh?” Yeyen menerangkan sambil mengeser duduknya. Bambang merasa yakin Yeyen tidak menolak jika ia memegang tangannya.

“Jangan lah Bang, nanti dilihat Mak Minah.” Yeyen mengeser duduknya.

“Oooh.. Mak Minah udah tidur tapi..?” jawab Bambang memegang tangan Yeyen dan mencoba memeluk tubuh mulus itu.

Sambil mencoba melepaskan diri dari Bambang Yeyen beranjak ke kamar, ia memang berusaha menolak namun pengaruh dari pelet Bambang tadi telah mengundang birahinya.

Ia biarkan Bambang ikut ke kamarnya. Saat berada di kamar, Yeyen hanya duduk di pingir ranjangnya dan Bambang berusaha membangkitkan nafsu Yeyen dengan meraba dada dan menciumi bibir Yeyen dengan rakus sebagaimana ia telah lama tidak merasakan kehangatan tubuh wanita.

Bambang berusaha meremas dada Yeyen dan membuka blous tidur itu dengan tergesa-gesa, ia tidak sabar ingin menuntaskan birahinya selama ini.

Sementara mulutnya tidak puas-puasnya terus menjelajahi leher jenjang Yeyen turun ke dada yang masih ditutupi BH pink itu. Sementara Yeyen hanya pasrah terhadap perbuatan Bambang, ia hanya menikmati saat birahinya ingin dituntaskan.

Kemudian tangan Bambang membuka tali pengikat BH itu dari belakang dan terlihatlah sepasang gunung kembar mulus yang putingnya telah memerah karena remasan tangan Bambang. Dengan mulutnya, Bambang menjilat dan mengigit puting susu itu sementara tangan Bambang berusaha membuka CD Yeyen dan mengorek isi goa terlarang itu.

Bambangpun telah telanjang bulat lalu ia meminta Yeyen untuk mengulum batang kemaluannya, Yeyen menolak karena batang kejantanan Bambang panjang, besar dan baunya membuat Yeyen jijik.

Dengan paksa Bambang memasukan batang kejantanannya ke mulut Yeyen dengan terpaksa batang kejantanan itu masuk dan Yeyen menjilatnya sambil memainkan lidah di ujung meriam Bambang.

Bambangpun tidak ketinggalan dengan caranya ia memainkan lidahnya di liang kewanitaan Yeyen, lebih-lebih saat ia menemukan daging kecil di belahan liang kewanitaan itu dan dijilatinya dengan telaten sampai akhirnaya setelah berualng-ulang Yeyen klimaks dan menyemburkan air maninya ke mulut Bambang.

Saat lebih kurang 20 menit Bambangpun memuncratkan maninya ke mulut Yeyen dan sempat tertelan oleh Yeyen.

Kemudian Bambang mengganti posisi berhadap-hadapan, Yeyen ditelentangkannya di ranjang dan di pinggulnya diletakkan bantal lalu ia buka paha Yeyen dengan menekuk tungkai Yeyen ke bahunya.

Sambil tangannya merangsang Yeyen kedua kalinya Bambangpun meremas payudara Yeyen dan mengorek isi liang kewanitaan Yeyen yang telah memerah itu,

lalu Yeyen kembali dapat dinaikkan nafsunya sehingga mudah untuk melakukan penetrasi.

Bagi Bambang inilah saat-saat yang di tunggu-tunggunya, paha yang telah terbuka itu ia masukkan batang kejantanannya dengan hati-hati takut akan menyakiti liang kewanitaan Yeyen yang kecil itu.

Berulang kali ia gagal dan setelah sedikit dipaksakan akhirnya batang kejantanannya dapat masuk
dengan pelan dan ini sempat membuat Yeyen kesakitan.

“Ouu.. jangan keras-keras Bang, ntar berdarah,” kata Yeyen.

“Sebentar ya.. Yen sedikit lagi,” kata Bambang sambil mendorong masuk batang kejantanannya ke dalam liang kewanitaan sempit itu.

Dengan kesakitan Yeyen hanya membiarkan aksi Bambang itu dan mulutnya telah disumbat oleh bibir Bambang supaya Yeyen tidak kesakitan.

“Ooouu.. ahh.. ahh.. aahh..”

hanya itu yang terdengar dari mulut Yeyen dan itu berlangsung lebih kurang 17 menit dan akhirnya Bambang menyemburkan air kenikmatannya dalam liang kewanitaan Yeyen sebanyak-banyaknya dan ia lalu rebah di samping Yeyen hingga pagi.

Permainan mesum itu berlangsung tiga kali dan membuat Yeyen serasa dilolosi tulang benulang hingga ia merasa harus libur ke kantor karena ia tidak kuat dan energinya terkuras oleh Bambang malam itu.

Sejak kejadian itu hampir setiap kesempatan mereka selalu melakukan hubungan gelap itu, karena Yeyen telah berada dibawah pengaruh pelet Bambang dan saat suaminya datang Yeyen pandai mengatur jadwal kencannya sehingga tidak membuat curiga suami dan masyarakat di desa itu, mereka kadang-kadang melakukan hubungan seks di gubuk Bambang yang memang agak jauh dari rumah penduduk lainnya.

Yeyenpun rajin menggunakan pil KB karena ia juga takut hamil karena hubungan gelapnya itu dan suatu hari ia terlupa dan ia positif hamil, ia amat gusar dan karena pintarnya Yeyen memasang jadwal dengan suaminya maka suaminya amat suka cita dan padahal Bambang tahu benih itu adalah anaknya karena hampir tiap ada kesempatan ia melakukanya dengan Yeyen sedang dengan suaminya Yeyen hanya sekali 20 hari dan tidak rutin.

Akhirnya anak Yeyen lahir di kota karena saat akhir kehamilannya, Yeyen pindah ke kota sesuai permintaan suaminya, tidak ada kemiripan anaknya denagn Beni yang ada hanya mirip Bambang. Sejak Yeyen berada di kota, secara sembunyi-sembunyi Bambang menyempatkan diri untuk berkencan dengan Yeyen karena Yeyen sudah tidak dapat melepaskan diri dari pengaruh pelet Bambang.



Join Us on Facebook

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2013. cerita sex - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger